Dukung Ekspor Hortikultura Puslatan Melaksanakan Bimtek bagi 120 Petani Hortikultura Purwakarta dan Karawang
By Admin

nusakini.com - Komoditas hortikultura khususnya buah-buahan, merupakan produk pertanian yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi, demikian juga dengan jumlah keragaman jenis serta volume serapan pasar yang terus menerus mengalami peningkatan baik untuk konsumsi pasar domestik maupun internasional. Jenis buah yang banyak diekspor antara lain nanas, pisang, dan manggis. Ini merupakan potensi besar bagi peningkatan kesejahteraan petani buah di tanah air termasuk petani buah manggis. Buah manggis memiliki prospek yang sangat cerah mengingat peminat “Queen of Fruits” ini di luar negeri sangat besar serta harganya yang cukup mahal, sementara perkiraan peluang pasar akan terus meningkat setiap tahunnya.
Potensi tersebut, dapat memberikan keuntungan yang cukup besar bagi para petani jika usaha tani yang dilakukan telah menerapkan GAP dengan baik.
Untuk menangkap potensi tersebut, Puslatan melalui BBPP Lembang mengadakan Bimbingan Teknis Komoditas Hortikultura (Manggis) untuk meningkatkan kompetensi Petani Komoditas Hortikultura (Manggis) dalam teknis hilirisasi sehingga diharapkan dapat mendukung program ekspor. Bimtek ini diadakan di Tajug Gede, Cilodong, Purwakarta dan diikuti oleh 120 orang Petani dan penyuluh yang berasal dari Kabupaten Purwakarta dan Karawang.
Bimtek dibuka oleh Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah dan dihadiri oleh Dedi Mulyadi (Wakil Ketua Komisi IV DPR RI), Bustanul Arifin Caya (Kepala Pusat Pelatihan Pertanian), Kemal Mahfud (Kepala BBPP Lembang), Agus R Suherlan (Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta), serta undangan lainnya.
Pada kesempatan tersebut Dedi Mulyadi juga menyampaikan materi mengenai Pengembangan SDM Pertanian di Era 4.0. Dedi menyampaikan tantangan, potensi dan peluang pertanian dengan perkembangan teknologi informasi dewasa ini.
Dengan bimtek ini kompetensi SDM pertanian dapat ditingkatkan dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta meningkatkan ekspor. Hal ini senada dengan tujuan pembangunan pertanian yang digaungkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), yaitu menyediakan pangan bagi 267 juta jiwa penduduk Indonesia; meningkatakan kesejahteraan petani; dan meningkatkan ekspor. Mendukung hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr melalui Pusat Pelatihan Pertanian melaksanakan banyak pelatihan dan bimtek-bimtek, sesuai dengan 3 Program Aksi BPPSDMP, yaitu: Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung petani pengusaha milenial, penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung program utama Kementan.
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya juga menjelaskan bahwa bimtek-bimtek hilirisasi pertanian perlu diberikan kepada petani-petani kita. Bimtek hilirisasi akan dapat meningkatkan kompetensi SDM pertanian mengenai hilirisasi komoditas pertanian. Dengan hilirisasi, maka nilai tambah produk pertanian serta pendapatan petani dapat ditingkatkan. (RS)